Ditengah Pandemi Prodi Farmasi Menggelar UAS Praktikum Secara Online

Sejak dikeluarkannya Surat Edaran mengenai kesiapan dalam pencegahan penyebaran COVID-19 yang membatasi kegiatan perkuliahan di lingkungan STIKes Bogor Husada, Ujian Praktikum yang seharusnya dilakukan dalam pertemuan tatap muka, akhirnya harus digeser dengan sistem daring di era pandemi seperti ini semua harus dilakukan tanpa tatap muka. Seperti yang kita ketahui, pembelajaran praktikum sendiri ditujukan kepada mahasiswa untuk menguji dan melaksanakan apa yang ada di dalam teori yang terjadi pada keadaan nyata.

Untuk mengatasi masalah ini, Program Studi Farmasi melakukan kebijakan baru yaitu UAS praktikum secara online pada Senin, 2 Agustus 2021.

Ujian Praktikum Kimia Organik II dengan mengambil tema pemanfaatan Senyawa bahan alam untuk dijadikan alternative additive produk kefarmasian yang efisien.

Menurut Dosen Farmasi Aden Dhana Rizkita, S.Si., M.Si Sebelum ujian dilaksanakan, jauh jauh hari dosen pengampu mata kuliah telah memberi gambaran terkait ujian yang akan dilaksanakan sehingga pada saat jadwal ujian akan berlangsung lancar.

Adapun interuksi tersebut yaitu mahasiswa diperbolehkan bereksperimen sekreatif mungkin untuk mengembangkan materi yang sudah dijelaskan saat teori berdasarkan acuan jurnal maupun artikel ilmiah khususnya pada saat materi gugus fungsi, dan pemanfaatan bahan alam.

Karena keterbatasan aksesibilitas ke laboratorium, maka ujian dilaksanakan secara online. Adapun proses ujian dilaksanakan dengan sistem kelompok karena memang salah satu aspek penting dalam pembelajaran yaitu kolaborasi. Mahasiswa dijadwalkan untuk menimbang bahan-bahan yang dibutuhkan di kampus sehingga tidak terjadi kerumuan pada saat pengambilan bahan. Alat yang digunakan adalah alat alat yang ada di sekitar rumah yang memang dapat menggantikan peran dan fungsi dari alat yang ada di laboratorium STIKes Bogor Husada seperti beker glass 1000 ml diganti dengan baskom berukuran sedang, gelas takar plastik sebagai pengganti gelas ukur, sendok sebagai pengganti pengaduk kaca dan lainnya.

Mahasiswa diberi waktu 1 minggu setelah pengambilan bahan untuk membuat suatu produk beserta formulasinya dan akan di presentasikan dalam bentuk video pada saat jadwal ujian. Pada saat proses presentasi produk, mahasiswa di beri pertanyaan-pertanyaan seputar produk yang dibuat, seperti konsentrasi penggunaan bahan, fungsi bahan yang digunakan, keunggulan produk, alternative pengganti bahan bahan yang digunakan sekarang, reaksi yang terjadi pada saat pencampuran, variable pendukung produk seperti pembusaan, agen antibakteri, dan lain lain.

Ujian dilaksanakan dengan lancar dan efektif. Sehingga dapat memberikan informasi tambaha terkait bahan yang digunakan serta cara pembuatan.

Harapannya output berupa video dan laporan ujian tersebut dapat dikembangkan lagi oleh dosen pengampu beserta mahasiswa sehingga menghasilkan luaran penelitian yang akan diterbitkan dalam jurnal-jurnal bereputasi dan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Share the Post:

Related Posts

Scroll to Top